MDGs (Millenium Development Goals) merupakan 8 tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015. Kedelapan tujuan tersebut mencakup; kemiskinan, pendidikan dasar untuk semua, kesenjangan gender, kematian anak, kesejahteraan ibu, perlawanan terhadap HIV/AIDS, lingkungan hidup, serta kemitraan global.

Dari delapan target itu yang menjadi fokus perhatian adalah pengentasan kemiskinan. Kemiskinan erat kaitannya dengan aspek-aspek lainnya. Banyaknya anak jalanan yang tidak mampu mengenyam pendidikan 80% muncul karena kemiskinan. Kesejahteraan ibu dan anak terancam. Selain itu, gizi buruk terus-menerus mengekor di belakang tubuh kemiskinan. Jika muda-mudi Indonesia mengalami gizi buruk artinya bangsa ini kehilangan generasi.

Erna Witoelar (Media Indonesia, 25 Februari 2010), mantan dubes PBB bagi MDGs Asia Pasifik, menyatakan bahwa MDGs bisa tercapai karena kerja seluruh pihak. Bagaimana kita di pihak pelajar untuk menjadi bagian dari solusi MDGs mengingat posisi Indonesia masih jauh tertinggal bahkan dibandingkan Negara lain di Asia Tenggara.

Tentu pelajar menjadi solusi yang tidak kalah penting. Karena dengan menjadi pelajar yang berdaya guna kelak kita dapat membuka banyak lapangan pekerjaan dan turut berperan dalam pembangunan negeri. Kita juga bisa bersahabat dengan anak jalanan, sehingga mereka mau terbuka dan berbagi. Dengan cara itu, kita dapat membantu pemerintah dalam mencari solusi atas berbagai masalah yang menyebabkan anak-anak turun ke jalanan. Jadi, pelajar Indonesia mulai detik ini mari kita satukan aksi untuk negeri.