Pada September 2000, pemerintah Indonesia dengan 189 negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang sebagian besar diwakili oleh kepala pemerintahan, menandai awal milenium baru di New York dengan menandatangani Deklarasi Milenium dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium PBB. Deklarasi itu berdasarkan pendekatan yang inklusif, dan berpijak pada perhatian bagi pemenuhan hak-hak dasar manusia.

Millennium Development Goals merupakan delapan program tujuan yang akan dicanangkan sebagai satu paket tujuan terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan di dunia. MDGs ini diharapkan dapat mengusir ‘hantu’ kemiskinan global, dengan target tahun 2015 nanti jumlah penyandang kemiskinan dapat berkurang.

Delapan program tujuan Millennium Development Goals adalah.

  1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan
  2. Pemerataan pendidikan dasar
  3. Mendukung adanya persamaan gender dan pemberdayaan perempuan
  4. Mengurangi tingkat kematian anak
  5. Meningkatkan kesehatan ibu
  6. Perlawanan tehadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
  7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
  8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

Saat ini ada sekitar 1,3 miliar orang yang hidup dibawah garis kemiskinan. Dari jumlah ini, 800 juta penduduk dunia menderita kelaparan dan kekurangan gizi, 600 juta tidak memiliki akses air bersih dan sebanyak 115 juta tidak mampu mengakses pendidikan. Kondisi inilah yang membuat negara berkembang antusias dalam mengikuti program Millennium Development Goals. Namun, upaya tersebut dipandang oleh banyak pihak sebagai proyek yang terlalu ambisius. Faktanya, saat ini belum ada terobosan berarti dari negara-negara maju guna mengangkat derajat hidup dan kesejahteraan masyarakat di negara berkembang.

Oleh karenanya, dibutuhkan kesadaran dari negara maju untuk berkorban demi kemajuan negara berkembang dimasa yang akan datang. Jika program ini dapat terlaksana dengan sukses maka indonesia ditahun 2015 akan menjadi negara ‘kaya’ dan sejahtera.