Mdg’s ( Millenium Development Goals ) adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan, pakaian, tempat berlindung dan air minum. Hal ini tidak erat hubungannya dengan kualitas hidup. Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai Warga Negara. Kemiskinan merupakan masalah global, sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif, komperatif, sementara yang lain melihatnya dari segi moral dan evaluatif dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Salah satu kesepakatan atau komitmen yang dibentuk oleh 195 kepala negara dan kepala pemerintah untuk pencanangan tahun millennium 2015. Adapun tujuan Mdg’s adalah untuk peningkatan derajat kesehatan dan memberantas kemiskinan, sampai ke penghapusan kemiskinan dan kelaparan, memperluas pendidikan dan mengurangi angka kematian bayi dan balita, memperluas askes kepada air bersih dan menjamin keberlanjutan lingkungan. Untuk mengetahui status pencapaian Mdg’s Indonesia dan mempercepat pencapaian Mdg’s di Indonesia, Pemerintah dan UNDP bekerjasama membentuk program Target Mdg’s. Adapun target Mdg’s pada awal implementasinya akan dilakukan di 5 (lima) provinsi yang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi, yaitu Maluku, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan pengalaman dari kelima target provinsi, target Mdg’s akan mengembangkan pendekatan untuk mempercepat pencapaian Mdg’s ke seluruh Indonesia.

Adapun pandangan saya tentang Mdg’s ditinjau dari bidang kesehatan adalah sebagai berikut :

Menurut saya kebijakan pemerintah tentang Mdg’s sudah tepat dalam mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia yang menyebabkan banyak hal. Kemiskinan adalah salah satu masalah terbesar yang merajalela di dunia ini khususnya di Indonesia. Hal ini terbukti dari begitu banyaknya pengangguran dan fakir miskin di alun-alun kota di seluruh Indonesia. Adapun penyebab dari kemiskinan dan pengangguran adalah sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Sehingga tidak jarang terjadi tindak kejahatan di berbagai wilayah di Indonesia dan akibat yang paling fatal adalah masalah kesehatan. Hal ini terbukti dari begitu banyaknya masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang menderita kelaparan, busung lapar, kurang gizi, bahkan kematian yang biasanya menyerang bayi ataupun balita. Hal itu terjadi karena kurangnya pelayanan kesehatan gratis yang prima apalagi di daerah-daerah terpencil sedangkan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan sebagainya membutuhkan biaya yang begitu memberatkan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah sehingga tidak jarang dari mereka membiarkan diri mereka sakit.

Walaupun pemerintah sudah memberikan program pelayanan kesehatan gratis hampir di seluruh wilayah Indonesia, namun tetap saja masih ada masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang belum merasakan kebijakan tersebut seperti masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Hal ini terlihat di televisi, beberapa masyarakat yang hanya mampu sabar dan berdoa agar seorang dermawan datang kerumahnya untuk memberikan bantuan. Oleh karena itu, saya sebagai seorang pelajar berharap dengan adanya Mdg’s dapat diminimalkan tingkat kemiskinan dan kelaparan di seluruh wilayah Indonesia.

Adapun solusi yang dapat saya usulkan adalah sebaiknya pemerintah mendirikan fasilitas pelayanan gratis secara merata tanpa adanya syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pasien yang berekonomi lemah, memberikan pelatihan-pelatihan khusus kepada para pengangguran agar mereka memiliki keterampilan dan dapat membuka usaha, memelihara anak-anak terlantar dan fakir miskin sesuai dengan pasal 34. Maka, pemerintah dapat mencegah kemiskinan dan pengangguran di seluruh wilayah Indonesia.