MDG’s (Millennium Development Goals) dapat diartikan sebagai Sasaran Pembangunan Millennium yang merupakan proyek pembangunan global yang dideklarasikan oleh para pemimpin dunia yang merupakan bentuk komitmen dari negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai delapan buah sasaran pembangunan dalam milenium yang terkandung dalam satu paket tujuan pada September tahun 2000 di New York. Delapan tujuan tersebut merupakan suatu tekad untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan dan pengentasan kemiskinan yang sebagian besar ditargetkan pada tahun 2015.

Adapun delapan sasaran tersebut ialah mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan ekstrim, menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya, mengentaskan kesenjangan gender dan pemberdayaan perempuan, mengurangi tingkat kematian anak usia di bawah 5 tahun, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya, memastikan kelestarian lingkungan, dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Namun bagi Indonesia, MDG’s yang ditargetkan pada tahun 2015 rasanya sulit untuk dicapai. Dan kita pun sadar bahwa kemajuan pencapaian MDG’s saat ini bukanlah jaminan bagi kemajuan pencapaian di masa depan.

Semoga dengan adanya MDG’s, pemerintah dapat menjadikannya sebagai tolak ukur bagi Indonesia agar termotivasi untuk membangun negaranya menjadi lebih maju. Walaupun sulit untuk mencapai semuanya sesuai target, tetapi bukan berarti Indonesia kalah saing dengan negara lain. Dalam hal ini tidak hanya pemerintah yang bekerja sendiri, melainkan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat juga dibutuhkan sebagai partisipasi untuk melakukan suatu perubahan. Jika masing-masing daerah atau komunitas mulai melakukan aksi, maka secepatnya akan terjadi perbaikan. Intinya, dengan semangat luar biasa, masalah-masalah dapat kita selesaikan dengan mudah.