Mdg’s adalah salah satu kesepakatan atau komitmen yang dibentuk oleh 195 kepala negara dan kepala pemerintah untuk pencanangan tahun millennium 2015. Adapun tujuan Mdg’s adalah untuk peningkatan derajat kesehatan dan memberantas kemiskinan, sampai ke penghapusan kemiskinan dan kelaparan, memperluas pendidikan dan mengurangi angka kematian bayi dan balita, memperluas askes kepada air bersih dan menjamin keberlanjutan lingkungan. Untuk mengetahui status pencapaian Mdg’s Indonesia dan mempercepat pencapaian Mdg’s di Indonesia, Pemerintah dan UNDP bekerjasama membentuk program Target Mdg’s. Adapun target Mdg’s pada awal implementasinya akan dilakukan di 5 (lima) provinsi yang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi, yaitu Maluku, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan pengalaman dari kelima target provinsi, target Mdg’s akan mengembangkan pendekatan untuk mempercepat pencapaian Mdg’s ke seluruh Indonesia.

Beberapa komitmen yang telah dicanangkan kepala Negara di berbagai bidang adalah sebagai berikut :

1)    Bidang pendidikan, pemerintah mencanangkan pendidikan gratis, meningkatkan gaji pengajar, memberikan pelatihan-pelatihan khusus untuk pengajar, serta program pembelajaran yang diatur pemerintah guna meningkatkan kualitas pendidikan.

2)    Bidang kesehatan, pemerintah mencanangkan pemberian pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat golongan menengah ke bawah melalui persyaratan kartu berobat gratis seperti Jamkesmas,dll; menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan maupun obat-obatan kepada tiap-tiap puskesmas dan rumah sakit di Indonesia, dan sebagainya. Dari berbagai kebijakan pemerintah seperti yang telah tertera di atas masih banyak saja masyarakat golongan menengah ke bawah yang belum merasakan kebijakan tersebut dan masih ada saja masyarakat golongan menengah ke bawah yang merasa diberlakukan kurang adil oleh pihak puskesmas maupun rumah sakit terkait. Padahal seharusnya setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan seperti yang tertera dalam UUD 1945 pasal 28 H ayat 1 yaitu “ Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan

3)    Bidang kebudayaan, pemerintah mencanangkan untuk melestarikan budaya lokal di berbagai daerah seperti pelestarian batik, tarian adat, dll, agar masyarakat Indonesia mencintai dan menghargai kebudayaan Indonesia. serta membuat hak paten terhadap setiap kebudayaan yang dimiliki Indonesia agar tidak diakui oleh Negara lain.

4)    Bidang kewirausahaan, pemerintah mengadakan kebijakan meminjamkan modal kepada masyarakat berekonomi lemah untuk membuka usaha / lapangan pekerjaan kebijakan tersebut dikenal dengan PNPM.

Adapun pandangan saya tentang Mdg’s ditinjau dari bidang kesehatan adalah sebagai berikut :

Menurut saya kebijakan pemerintah tentang Mdg’s sudah sangat bagus untuk mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia yang menyebabkan banyak hal. Kemiskinan adalah salah satu masalah terbesar yang merajalela di dunia ini khususnya di Indonesia. Hal ini terbukti dari begitu banyaknya pengangguran dan fakir miskin di alun-alun kota di seluruh Indonesia, begitu banyaknya pengangguran di Indonesia disebabkan karena sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Sehingga tidak jarang terjadi tindak kejahatan di berbagai wilayah di Indonesia dan akibat yang paling fatal adalah masalah kesehatan. Hal ini terbukti dari begitu banyaknya masyarakat golongan menengah ke bawah yang menderita kelaparan, busung lapar, kurang gizi, bahkan kematian yang biasanya menyerang bayi ataupun balita. Hal itu terjadi karena kurangnya pelayanan kesehatan gratis yang prima apalagi di daerah-daerah terpencil sedangkan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan sebagainya membutuhkan biaya yang begitu memberatkan bagi masyarakat golongan menengah ke bawah sehingga tidak jarang dari mereka membiarkan diri mereka sakit.

Walaupun pemerintah sudah memberikan program pelayanan kesehatan gratis hampir di seluruh wilayah Indonesia, namun tetap saja masih ada masyarakat golongan menengah ke bawah yang belum merasakan kebijakan tersebut seperti masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan untuk menuju ke tempat pelayanan kesehatan tersebut harus menempuh jarak yang cukup jauh dan sulit. Oleh karena itu, saya sebagai seorang pelajar berharap dengan adanya Mdg’s tidak akan lagi kemiskinan dan kelaparan di seluruh wilayah Indonesia, bahkan yang terpencil sekalipun. Adapun solusi yang dapat saya usulkan adalah sebaiknya pemerintah mendirikan fasilitas pelayanan gratis di berbagai tempat terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau, memberikan pelatihan-pelatihan khusus kepada para pengangguran agar mereka memiliki keterampilan dan dapat membuka usaha, menanggung beban hidup anak-anak terlantar dan fakir miskin dengan menampung mereka dalam suatu tempat dimana ditempat itu mereka diberikan pembelajaran agar mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa, karena memang pemerintahlah yang menanggung beban hidup mereka seperti yang tertera dalam UUD 1945 pasal 34 ayat 1 yaitu “fakir miskin dan anak-anak terlantar ditanggung Negara”