“POLA HIDUP PERMISSIVISME REMAJA, MENAMBAH PENGIDAP AIDS”

MDG’s adalah isu-isu yang membahas tentang tahun millennium di tahun 2015. dimana isu-isu yang dibahas dalam MDG’s ini tentang perdamaian dunia, kemiskinan, dan kesehatan. Dalam hal ini, saya akan menyoroti perkembangan para remaja Indonesia yang semakin hari semakin terpuruk. Hal ini tidak lain merupakan salah satu akibat dari pola hidup para remaja yang permissive.

Para remaja ini cenderung mengedepankan hasil dari pada proses. Mereka menghalalkan segala macam cara untuk mencapai apa yang mereka inginkan tanpa mengindahkan nilai dan norma yang ada.

Remaja merupakan fase dimana seseorang mencari jati dirinya dengan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga mereka ingin mencoba hal-hal yang baru. Termasuk salah satunya dengan pergaulan bebas, baik melalui pemakaian narkoba hingga hubungan seks. Hal ini mempengaruhi kondisi kesehatan remaja Indonesia. Manifestasi dari perbuatan tersebut menimbulkan berbagai penyakit HIV/AIDS yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Berdasarkan laporan triwulan Depkes dari bulan maret 2009 kasus AIDS dilaporkan banyak diderita laki-laki 74,5% sedangkan perempuan 40%. Lebih dari 50%, HIV/AIDS ini diderita para remaja.

Ternyata dari tahun ke tahun penyakit HIV/AIDS semakin meningkat dikalangan remaja. Hamper 70% remaja Indonesia khususnya anak remaja di bawah umur 20 tahun, banyak yang melakukan aktivitas pacaran. Hal ini tidak menutup kemungkinan untuk mendorong hubungan sexual diluar nikah. Akibat sering ganti pasangan, banyak dari mereka yang terkena infeksi HIV/AIDS. HIV ini tidak hanya melalui hubungan seksual saja, melainkan oleh pemakaian jarum suntik yang tidak steril  maupun penularan dari Ibu ke bayinya (prenatal)

Tak bisa di pungkiri 1 menit saja, bisa menewaskan 6 orang. Dalam 1 hari puluhan ribu remaja Indonesia menjadi korban penyakit HIV/AIDS. Sebagai generasi penerus bangsa mendatang, janganlah kita terbawa oleh arus. Hendaknya kita mempunyai benteng (keimanan) sebagai filter.