Latest Entries »

KULIAH BIAYA SENDIRI TANPA MEMBEBANI ORANG TUA

Ingin tau caranya ???

Student Financing Programme:

Student financing atau pinjaman lunak biaya pendidikan diberikan kepada calon mahasiswa/i untuk membiayai kuliah di Sampoerna School of Education selama 4 tahun masa pendidikan.

Keunggulan Student Financing Programme:

a. Mudah

Verifikasi pemberian pinjaman dilakukan berdasarkan hasil ujian seleksi masuk, dan tidak berdasarkan latar belakang keuangan/kredit orang tua/wali

b. Tanpa Bunga

Tidak dikenakan bunga pinjaman (bunga 0%) kepada setiap mahasiswa/i penerima pinjaman biaya pendidikan

c. Tanpa Agunan

Tidak ada agunan yang diwajibkan atau dikenakan kepada setiap calon mahasiswa/i penerima pinjaman biaya pendidikan. Setiap mahasiswa/i penerima pinjaman bertanggung jawab secara mandiri terhadap pinjaman lunak pendidikan yang diberikan kepadanya. Orang tua bukan merupakan penanggung pinjaman

d. Tunjangan Biaya Hidup

Untuk menunjang kelancaran proses perkuliahan setiap mahasiswa/i penerima pinjaman biaya pendidikan hingga lulus dan siap bekerja, setiap calon mahasiswa/i penerima pinjaman memiliki kesempatan untuk menerima manfaat tambahan berupa tunjangan biaya hidup selama kuliah 4 tahun

e. Cicilan setelah Lulus Kuliah

Pembayaran cicilan dilakukan setelah mahasiswa lulus

f. Cicilan yang Fleksibel

Besar cicilan yang harus dibayarkan oleh setiap penerima pinjaman lunak pendidikan akan disesuaikan dengan besar penghasilan yang bersangkutan

**syarat & ketentuan di atas dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya

Informasi:

Sasti/Emma

08588 2349 553

emawati@sampoernaeducation.ac.id

Ragunan, 18 September 2010

Speak Up and Take Action atau disingkat SUTA merupakan agenda tahunan United Nations yang dilaksanakan untuk senantiasa mengingatkan masyarakat luas dan pemangku kebijakan terhadap tujuan-tujuan pembangunan millenium atau MDGs. Berbagai acara dilaksanakan baik oleh United Nations maupun mitra-mitra kerjanya secara serentak di seluruh dunia.

Komunitas Hijau Indonesia sebagai salah satu mitra kerja UN berupaya untuk senantiasa mengingatkan masyarakat luas khususnya pemangku kebijakan dan generasi muda untuk senantiasa berupaya mencapai tujuan-tujuan pembangunan millenium sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Tahun ini, Komunitas Hijau Indonesia bekerjasama dengan pengelola Kebun Binatang Ragunan akan melaksanakan kegiatan SUTA dengan mengusung tema besar MDGs poin pertama yaitu menghapus kemiskinan kronis di Indonesia. Kami mengusung poin pertama MDGs ini karena masih banyak rakyat Indonesia yang berada dalam kondisi kelaparan akut khususnya yang berada di Kawasan Timur Indonesia (Papua, Papua Barat dan NTT).

Kegiatan ini berbentuk pengumpulan cap tangan dari pengunjung di banner-banner MDGs yang akan dipasang di samping pintu masuk sebagai solidaritas dan kepedulian terhadap segala bentuk kelaparan, pembagian brosur-brosur informasi dan merchandise mengenai MDGs oleh badut dan peniupan pluit anti-kelaparan secara serentak oleh anak-anak dan remaja di tempat-tempat strategis di Kebun Binatang Ragunan. Kegiatan ini juga akan didokumentasikan dan didistribusikan ke seluruh jaringan sekolah dan pemerintah se-Indonesia.

Besar harapan kami kegiatan ini akan memberikan dampak yang luas bagi peningkatan kepedulian dan gerakan masyarakat dalam upaya mencapai tujuan-tujuan pembangunan millenium atau MDGs.

Info : Ridwan (0856 8656 470)

Travel Grants

The Pulitzer Center on Crisis Reporting provides travel grants to cover hard costs associated with upcoming travel for an international reporting project. Our ideal project offers print, photography, radio, and video.

*We are not currently accepting submissions for video-only projects. A common misperception of the Pulitzer Center is that we are primarily seeking “conflict” reporting. This is not the case. Our definition of “crisis” is broad. We see great value in covering the too often under-reported systemic level crises, from environmental issues and struggles for resources or human rights abuses, to post-conflict reconstruction, or brewing ethnic tensions. We are interested in the stories that would typically not make the headlines without our support.

Request for proposals: Sudan in transition

Terms of travel grant:

The Pulitzer Center on Crisis Reporting funds international travel costs associated with reporting projects on topics and regions of global importance, with an emphasis on issues that have gone unreported or under-reported in the mainstream American media.

The amount of individual travel grants will depend on the specific project and detailed budget planning. Most awards fall in the range of $2,000 to $10,000 but depending on project specifics may be as much as $20,000.

On approved projects, half of the grant amount is generally paid just before travel and the remainder on submission of the principal material for publication or broadcast. Specific grant terms are negotiated during the application process.

Distribution:

Proposed projects must include a credible plan for broad dissemination of the resulting work in U.S. media (print and/or broadcast). Applicants should be able to demonstrate interest from editors and/or producers working in wide-reaching U.S. media outlets. See below for eligible outlets.The credibility of a distribution plan is generally most evident in an applicant’s track-record working with the listed outlets. Please do not have editors send letters simply stating they would consider the work. Letters from editors and/or producers who have worked with you in the past, and are interested in working with you again, are encouraged.

Cross-Platform:

The Pulitzer Center is increasingly seeking multi-media projects that combine print/photography and video to explore the issues. We encourage applicants to create partnerships with others and propose a complimentary suite of deliverables. If you are only working in one medium, you may still apply.
Eligibility:

Grants are open to all journalists, writers, photographers, radio producers or filmmakers; staff journalists as well as free-lancers of any nationality are eligible to apply.

How to apply:

Applications should be submitted by email to info@pulitzercenter.org.

*Even if you are submitting sample materials via hard copies, electronic versions of the proposal MUST also be e-mailed to this address or else they will not be considered.

Applications must be received in English.

Applications should include the following in the body of the e-mail:

  • A description of the proposed project, including distribution plan, in 250 words or less to be included in the body of the e-mail.
  • A preliminary budget estimate, including a basic breakdown of costs. Travel grants cover hard costs associated with the reporting, please do not include stipends for the applicants. Fixer/translator/driver fees are acceptable;
  • Three links to samples of work if available online (if not available, please attach to the e-mail; video samples can be sent by mail to below address in DVD format);
  • Three professional references. These can be either contact information, or letters of recommendation (can be attached or sent separately). The latter is encouraged when letters from interested producers or editors are available.
  • As attachment: Curriculum vitae;

(Note: Applications may also include a more detailed description of project but this will be considered as optional supplement only. The most important part of the submission is the 250-word summary.)

Deadline: Rolling

Within a week of your submission, you should receive a confirmation of receipt.

Typically applications that are received in a given month receive a response by the end of the following month, with an emphasis on making Pulitzer Center projects as timely and newsworthy as possible.

If your proposal requires immediate attention, please note why in your cover letter.

Address for mailing hard copies and DVDs:

*Remember to also send the electronic versions to info@pulitzercenter.org.

Pulitzer Center on Crisis Reporting
1779 Massachusetts Ave., NW
Suite 615
Washington, DC
20036

Frequently Asked Questions:

1) What outlets do you consider “wide-reaching?”

The Center is seeking to reach the widest possible audience in the United States, therefore we typically look for platforms with circulation and/or broadcast numbers of at least 50,000 or more. Online-only outlets will also be considered, but we prefer to see this combined with a traditional print publication and/or on-air broadcast.

2) Are foreign language publications in the U.S. sufficient?

Yes, however they must meet the above criteria within the U.S., and materials for our site and all correspondence with the Center must still be in English; therefore fluency in English is required from at least one member of the team.

3) Are English language publications/broadcasts that are not disseminated in the U.S. sufficient for the distribution plan?

No. Once approved, we encourage dissemination in as many outlets as possible, including abroad, but to be considered for the travel grant, the Center will need to see a plan for dissemination in the U.S. as well.

iB Blogger Competition

TENTANG LOMBA

iB Blogger Competition adalah lomba penulisan artikel di Social Blog Kompasiana dengan tema umum mengenai iB (baca: ai-Bi) Perbankan Syariah. Lomba bersifat terbuka untuk masyarakat umum, jurnalis, mahasiswa/pelajar, penulis dan penggiat blog di media online.

Lomba berlangsung sepanjang tahun 2010, mulai bulan Maret 2010 hingga Desember 2010. Lomba ini memperebutkan hadiah utama MacBook Air yang akan diumumkan di akhir lomba. Setiap bulan, Kompasiana akan mengumumkan satu Tulisan Terbaik Bulanan yang berhak atas hadiah satu unit BlackBerry Gemini (total 10 BlackBerry untuk 10 orang pemenang).

Kompasiana mengundang para blogger untuk menuliskan pengalaman, hasil reportase maupun gagasan dan ide kreatif seputar Perbankan Syariah sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

TEMA LOMBA

Peserta lomba memilih satu dari tiga tema berikut. Setiap tema memiliki jenis tulisan yang berbeda, sehingga para peserta diminta memahami penjelasan untuk setiap tema:

  • Saya dan Bank Syariah
    Apa dan bagaimana produk Bank Syariah yang kamu kenal? Ceritakan pengalamanmu atau pengalaman orang-orang di sekitarmu dalam berbank syariah (berinteraksi dengan Bank Syariah).
  • Bank Syariah Idaman Saya
    Ungkapkan harapan dan gagasanmu yang bisa menginspirasi para praktisi perbankan syariah dalam mengembangkan Bank Syariah di Indonesia. Pastikan idemu tidak hanya invotif tapi juga applicable.
  • Saya Mau Semua Orang Tahu Bank Syariah
    Apa yang akan kamu lakukan agar semakin banyak orang menggunakan bank syariah? Tulis ide kreatifmu di sini, atau ceritakan bagaimana kamu memperkenalkan Bank Syariah kepada orang lain sehingga mereka tertarik bertransaksi bank secara syariah.

KETENTUAN & HADIAH

Ketentuan Umum

  1. Lomba terbuka untuk masyarakat umum, jurnalis, mahasiswa/pelajar, penulis, penggiat media online blog.
  2. Peserta harus memiliki blog atau account di situs jejaring sosial (wordpress, blogspot, facebook, myspace, friendster, dll) dengan tematik bebas. Blog yang dimiliki tidak mengandung/menyebarluaskan content yang merendahkan ataupun mendiskreditkan kelompok tertentu terkait SARA, dan tidak mengandung konten yang bersifat melanggar kesusilaan secara umum dan/atau pornografi. Penyelenggara dapat mendiskualifikasi peserta yang tidak memenuhi ketentuan ini.
  3. Karya Lomba ditulis dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa Inggris secara populer dengan gaya bahasa bebas, minimal 500 kata dan maksimal tidak dibatasi.
  4. Karya Lomba tidak boleh mengandung/menyebarluaskan materi yang merendahkan ataupun mendeskreditkan kelompok tertentu terkait SARA, dan tidak mengandung content yang bersifat melanggar kesusilaan secara umum dan atau pornografi.
  5. Karya Lomba harus asli, bukan terjemahan, saduran, bukan hasil plagiat, atau mengambil ide dari karya yang sudah ada. Tulisan yang terbukti merupakan hasil plagiat/saduran/terjemahan akan didiskualifikasi dari lomba dan dinyatakan gugur.
  6. Karya Lomba bersifat baru yang dibuat dalam rangka mengikuti iB Blogger Competition, belum pernah ditayangkan dan tidak sedang dikirimkan ke media manapun.
  7. Tulisan yang diikutsertakan dalam lomba langsung tayang di Kompasiana (http://kompasiana.com) dan dan microsite iB Blogger Competition, sehingga bisa dibaca dan ditanggapi oleh semua pengguna Kompasiana.

Ketentuan Teknis

  1. Karya Lomba ditempatkan dan ditayangkan di Kompasiana dengan memilih Kategori ibbloggercompetition pada saat menempatkan ( post) tulisan.
  2. Untuk bisa mengikuti lomba ini, peserta harus sudah terdaftar di Kompasiana dan melakukan registrasi lomba di microsite iB Blogger Competition dengan mengisi data-data yang diminta.
  3. Artikel yang diikutsertakan dalam lomba harus ditayangkan juga di blog dan/atau situs jejaring sosial milik peserta. Peserta wajib menyertakan tautan (link) nya di bagian akhir Karya Lomba.
  4. Peserta boleh mengirim lebih dari satu tulisan.
  5. Lomba berlangsung sepanjang tahun 2010, mulai bulan Maret hingga Desember 2010.
  6. Karya Tulis ditayangkan oleh peserta paling lambat setiap akhir bulan. Dewan juri akan mengumumkan pemenang lomba bulanan di bulan berikutnya.
  7. Di akhir lomba, para finalis dan pemenang bulanan berkesempatan memperebutkan hadiah utama satu unit MacBook Air. Ketentuan Pemenang Utama diumumkan kemudian.

Keterangan Lain

  1. Panitia berhak menggunakan artikel yang masuk untuk keperluan publikasi namun hak cipta tetap pada penulis.
  2. Keputusan juri mengikat dan tidak bisa diganggu gugat.
  3. Pengumuman pemenang akan dimuat di microsite iB Blogger Competition dan Berita Admin Kompasiana.
  4. Pemenang akan mendapatkan surat pemberitahuan langsung dari Kompasiana tanpa melalui perantara lain. Mekanisme penyerahan hadiah diatur kemudian.
  5. Kompasiana tidak memungut biaya dalam penyelenggaraan lomba ini.

Hadiah Lomba

  1. Hadiah Bulanan: Satu unit BlackBerry Gemini dan merchandise menarik untuk Satu Orang Pemenang Bulanan.
  2. Hadiah Utama: Satu unit MacBook Air untuk dan merchandise menarik Satu Orang Pemenang Utama.

Buat kamu pelajar SMA, SMK atau MA yang berasal dari Jawa Tengah, ada beasiswa menarik yang diberikan oleh Ibu Poppy Dharsono kepada 2 siswa yang terpilih untuk mengikuti kegiatan Forum Pelajar Indonesia II yang dilaksanakan dari tanggal 5 – 11 Juli 2010 di Jakarta gratis!!! Beasiswa ini mengcover biaya perjalanan dan biaya pendaftaran, bahkan dimungkinkan diberi uang saku!!!! Asyik kan?!

Beasiswa ini dikhususkan untuk pelajar yang berasal dari Jawa Tengah, karena Ibu Poppy Dharsono merupakan Anggota DPD RI dari Jawa Tengah. Untuk bisa mendapatkan beasiswa ini kamu cukup mengisi formulir yang bisa didownload di www.for.indoyouthcenter.org lalu kirim via email ke forumpelajarindonesia@gmail.com atau fax ke (021) 5737976 atau via pos ke Wisma Sudirman Lt. 12A, Jl. Jend. Sudirman Kav. 34 Jakarta Pusat 10220.

Formulir harus sudah dikirim sebelum tanggal 10 April 2010 (cap pos). Kapan lagi bisa ikut kegiatan menarik ini gratis!!!

CP : Ridwan (0856 8656 470) twitter @ri2fachroe

Love, Live, Think Green merupakan salah satu kepedulian dari Pacific Place terhadap lingkungan hidup. Kegiatan ini berbentuk pameran dimana Pacific Place bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang fokus pada penyelamatan lingkungan hidup. Salah satu lembaga yang diajak kerjasama adalah Komunitas Hijau Indonesia (profilnya bisa dilihat di sini) yang akan memberikan bibit pohon dan berbagai media edukasi lingkungan hidup kepada pengunjung Pacific Place.

Informasi lengkap bisa diakses di sini.

MDG’s ( Millennium Development Goals ) atau dikenal Sasaran Pembangunan Mellennium. Merupakan  suatu tantangan yang diambil berdasarkan tindakan dan target, yang dituangkan dalam Deklarasi Mellenium yang diikuti oleh 189 negara dan ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan saat Konfrensi Tingkat Tinggi ( KTT ) Mellinnium di New York pada bulan September 2000. MDG’s memiliki delapan tujuan diantaranya :

  1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim.
  2. Pemerataan pendidikan dasar.
  3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan.
  4. Mengurangi tingkat kematian anak.
  5. Meningkatkan kesehatan ibu.
  6. Perlawanan terhadap penyakit HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.
  7. Menjamin daya dukung lingkuan hidup.
  8. Mengembangkan kemitraan global atau pembangunan.

MDG’s merupakan komitmen para bangsa – bangsa untuk memperhatikan kesejahteraan rakyatnya, sampai pada target yaitu tahun 2015. Khusunya bagi pemerintah Indonesia, MDG’s bisa dijadikan sebagai tujuan terdepan untuk kinerja pemerintah dalam meningkatkan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dalam pelaksanaannya MDG’s di Indonesia masihlah sangat jauh dari target yang ditentukan. Bahkan dibandingkan Negara anggota ASEAN Indonesia masihlah sangat tertinggal dari beberapa Negara anggota, contohnya : Singapura. Walau begitu saya sebagai pelajar INDONESIA masih optimis Indonesia dapat mencapai target pada tahun 2015. Sebagai contohnya adalah dalam Pendidikan, yaitu kemajuan tingkat pendidikan di sekolah saya, yang berbasiskan kemajuan Teknologi.

MDG’s ( Millenium Development Goals ) adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan, pakaian, tempat berlindung dan air minum. Hal ini tidak erat hubungannya dengan kualitas hidup. Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai Warga Negara. Kemiskinan merupakan masalah global, sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif, komperatif, sementara yang lain melihatnya dari segi moral dan evaluatif dan yang lainnya lagi memehaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Menurut pendapat saya sebagai siswa kemiskinan diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu dari faktor ekonomi disetiap daerah tidak memadai, kurangnya lapangan kerja disetiap daerah yang mengakibatkan banyakyan pengangguran dan adapun faktor lain yang dapat membuat Indonesia miskin yaitu adanya pejabat–pejabat negara yang telah menyalahgunakan uang rakyat (korupsi)  ini juga yang berpengaruh terhadap kemiskinan didalam suatu Negara. Juga tidak adanya bantuan-bantuan yang bermanfaat  yang diberikan pemerintah kepada masyarakat dan tidak adanya pelayanan kesehatan yang membuat masyarakat kesulitan mencari biaya untuk berobat ketika sakit. Juga karena kurangnya bantuan pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu sehingga banyaknya para orang tua yang tidak menyekolahkan anak-anaknya diakibatkan biaya pendidikan yang mahal dan tidak sesuai dengan penghasilan sehari-hari yang mereka dapatkan sehingga banyaknya anak-anak yang tidak bersekolah menjadi pengamen demi membantu dan menambah penghasilan orang tua. Dan naik BBM tiap tahun yang dapat mengakibatkan kerugian terhadap masyarakat, sehingga banyaknya masyarakat tidak mampu untuk membeli minyak atau gas, sehingga banyaknya masyarakat yang menggunakan kayu bakar untuk memasak

MDGs merupakan singkatan dari Millenium Development Goals atau diartikan sebagai Tujuan Pembangunan Millenium, merupakan sebuah proyek pembangunan yang dicanangkan oleh 189 negara anggota PBB pada tahun 2000. MDGs  terdiri dari 8 tujuan yang diharapkan bisa dicapai oleh masing-masing negara pada 2015. Yakni:

1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan

2. Pendidikan Dasar untuk seluruh masyarakat dunia

3. Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan

4. Mengurangi tingkat kematian anak

5. Meningkatkan kesehatan ibu

6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lain

7. Menjamin kelestarian lingkungan hidup

8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

Pengimplementasian MDGs di masing-masing negara tidak sama, tergantung kepada keadaan dan kebutuhan negara tersebut. Sebagai negara berkembang dan turut berpartisipasi dalam MDGs, Indonesia tentu wajib mengusahakan agar kedelapan tujuan tersebut tercapai pada 2015. Sedangkan negara-negara maju yang pada umunya sudah memenuhi sebagian besar target dalam MDGs, berkewajiban untuk mendukung dan membantu negara berkembang dalam mencapai MDGs.

MDGs diharapkan dapat menjadi pangkal perubahan di millenium yang baru ini, yakni untuk mewujudkan masyarakat dunia yang sejahtera dan setara. Untuk itu memang perlu partisipasi dari berbagai pihak dan kepentingan.

Di Indonesia sendiri, MDGs mengalami kendala yang tidak sedikit. Dana merupakan batu sandungan terbesar, namun tentu tidak menutup kemungkinan Indonesia untuk dapat memenuhi MDGs pada 2015.